Karena cantik sudah terlalu mainstream. - @rispuun

Jumat, 22 Oktober 2010


Jenis Tari Trdisional, Tari Rakyat, Tari Klasik, Dan Tari Kreasi


       
   Kata Pengantar

            Indonesia kaya akan kebudayaannya. Entah itu musik, maupun berbagai jenis tarinya.Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis tari yang terbagi dari Tari Traditional, Tari Rakyat, Tari Klasik, dan Tari Kreasi. Pada bab ini kita akan mempelajari tentang Tari Traditional, Tari Rakyat, Tari Klasik, dan Tari Kreasi yang ada di Indonesia.Sumber dari isi makala hasil kerja kelompok kami ini, di dapat dari internet. Berikut isi dari makala kami ini.















Kelompok 4:
·        Harista sriwahyuni
·        Dian yustari
·        M.J Riska
·        Aidil Akbar
·        As-shiddiq
·        Muflih






   Daftar isi

       
·        Kata pengantar                                1

·        Daftar isi                                           2

·        Tari Tradisional                                3

·        Tari Rakyat                                       6

·        Tari Klasik                                        7

·        Tari Kreasi                                       8

·        Daftar pustaka                                 10


















1.   Tari Tradisional

Seni adalah pengalaman dalam bentuk medium indrawi yang menarik dan di tata dengan rapi, yang di wujudkan untuk di komunikasikan dan di renungkan. Seni adalah karya manusia yang dapat menimbulkan rasa senang dalam rohani kita.
Tari tradisional adalah tari yang telah melampaui perjalanan perkembangannya cukup lama, dan senantiasa berfikir pada pola-pola yang telah mentradisi. Tarian ini digolongkan atas tari tradisional Kerakyatan dan tari tradisional Bangsawan/Keraton/Klasik.
Tari tradisional kerakyatan, yaitu tari yang hidup dan berkembang di kalangan rakyat. Pada jaman feodal di Indonesia ditandai dengan munculnya kerajaan Hindu pada sekitar tahun 400 M. Mulai saat itu di Indonesia terdapat dua golongan masyarakat yaitu golongan Bangsawan dan Raja sebagai golongan kaya dan berkuasa, serta golongan rakyat jelata. Tari yang hidup di kalangan rakyat sesuai dengan kehidupan sosial masyarakatnya, masih sederhana dan banyak berpijak warisan seni tradisional. Faktor alam serta lingkungan dan agama/kepercayaan, sangat berpengaruh terhadap bentuk-bentuk seni tarinya. Sehingga tari tradisional kerakyatan sangat beraneka ragam sesuai dengan
kondisirakyat, alam
dan agama/kepercayaannya.
Tari tradisional Keraton/Bangsawan/Klasik, adalah tari yang semula berkembang di kalangan kerajaan dan bangsawan, telah mencapai kristalisasi artistik yang tinggi dan telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup panjang sehingga memiliki pula nilai tradisional. Tetapi tari tradisional belum tentu bernilai klasik, sebab tari klasik selain mempunyai ciri tradisional harus pula memiliki nilai artistik yang tinggi. Istilah klasik berasal dari kata Classici, yaitu nama golongan masyarakat yang paling tinggi pada jaman Romawi Kuno.

Contoh:

Tari Serampang Dua Belas

tari tor-tor
Tarian Cakalele

Tari Remong








2.Tari Rakyat

Tari rakyat adalah tari yang berkembang di kalangan rakyat biasa. Ungkapkan gerak bersifat bebas tanpa ada aturan yang mengikat.

Contoh:
          
Tari Reog Ponorogo

Tari Ketuk Tilu

Tari Joged

3.Tari Klasik

Tari yang berkembang di kalangan masyarakat golongan bangsawan atau menak yang berkembang pada zaman kerajaan. Pada waktu itu, keadaan sosial masyarakat terbagi menjadi 2 golongan, yaitu golongan bangsawan dan golongan masyarakat biasa.

Contoh:


Tari Keurseus


           
Tari Bedhaya

Tari Klono

4. Tari Kreasi
Yang dimaksud dengan tari kreasi di sini adalah suatu bentuk garapan/karya tari setelahnya bentuk-bentuk tari tradisi hidup berkembang cukup lama di masyarakat. Bentuk tarian ini bermunculan sebagai ungkapan rasa bebas, mulai ada gejalanya setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945. Kebebasan ini mendorong pula kreativitas para seniman tari, setelahnya melihat/merasakan ada perubahan jaman dalam kehidupan masyarakatnya dan menjadikan motivasi untuk membuat karya-karya baru memenuhi kebutuhan jamannyaPada garis besarnya tari kreasi dibedakan menjadi dua golongan yaitu:
1.Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi
Yaitu tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam koreografi, musik/karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun ada pengembangan tidak menghilangkan esensiketradisiannya.
2.Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)
Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian ini tidak menggunakan pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari tradisi, mungkin saja masih menggunakannya tergantung pada konsep gagasan penggarapnya. Tarian ini disebut juga tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin “modo” yang berarti baru saja.
Contoh:

           
            Tari Merak

           
            Tari Yapong

           
            Tari Manukrawa
           
            Daftar Pustaka

0 Kata mereka: