Chapter 8, 2012
Farel
Seperti biasa, hari ini Jerry dan Loli terlihat bersama lagi.
Memangnya Jerry itu siapanya Loli? Seharusnya dia menghabiskan waktunya
denganku. Dan selalu begitu! Tapi kenapa aku harus cemburu? Tidak! Ini bukan
cemburu! Bagaimanapun, perasaan apapun ini.. Loli itu sahabatku sejak kecil!
Dan dia seharusnya selalu berada di dekatku!
Sial! Kenapa aku jadi gaje begini? Semua itu hak-nya Loli,
itu hidupnya. Untuk apa aku mengaturnya?
"Cemburu lagi sob?"
Aku berbalik secepat kilat, terkejut melihat Akram sudah
berdiri di sebelahku. Darimana datangnya anak ini? Apa mungkin aku yang terlalu
sibuk dengan pikiranku sendiri sehingga tak menyadarinya datang?
"Sepertinya akhir-akhir ini Loli-mu direbut olehnya
bukan?" Lanjutnya. Anak ini benar-benar polos. Bisa-bisanya dia mengatakan
hal itu begitu saja.
"Itu haknya. Jadi, gak usah ikut campur.." Tanpa
sadar, aku mengucapkan hal itu dengan nada yang lumayan tinggi, itu membuat
beberapa orang di dekatku berbalik. Masa bodoh! Aku cukup pusing saat ini untuk
memikirkan reputasiku sebagai anak emas sekolah.
"Hei sob, bagaimanapun juga, gue tau kalau lo lagi
cemburu.. Lo suka sama dia bukan? " Katanya seraya merangkulku.
"Gila! Lo kira gue homo?!"
"Dasar bodoh! Bukan Jerry! Tapi, Loli.." Hening
sejenak. Otakku benar-benar sedang tak berfungsi! Apa iya aku menyukainya?
Bukannya ini hanya rasa khawatir pada teman kecil? Masa iya aku menyukai wanita
seperti dia?
Kupandangi Loli perlahan. Dalam diam. Aku mengaguminya. Tapi
dia hanya sahabatku. Yeah, dia sahabatku.
Comments
Post a Comment